Cart : Rp. 0
 
Penerbit Alfabeta Bandung
 
Manajemen Berbasis Sekolah di Daerah 3T dan Perbatasan
Kategori : Buku Ekonomi, Manajemen,Bisnis - Manajemen
Penulis : Dr. Ir. Agustinus Hermino
Penerbit : Penerbit Alfabeta
Tebal Buku : 292 Halaman
Berat Buku : 370 Gram
Harga : Rp 58.000 / EXEMPLAR
   

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu aktualisasi strategis bagi sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan lebih memadai bagi para peserta didik, dengan demikian sekolah dapat meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan dapat diperoleh melalui partisipasi orangtua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan profesional guru, serta hal lain yang dapat menumbuh kembangkan suasana yang kondusif. 

Dalam kerangka kontekstual pembangunan pendidikan di Indonesia, khususnya pada daerah-daerah di perbatasan dan 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan) maka pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) masih dapat dimaknai dalam tiga pilar, yaitu manajemen sekolah dengan peran utamanya adalah kepala sekolah; pembelajaran menyenangkan dengan peran utamanya adalah guru; dan peran serta masyarakat dengan peran utamanya adalah komite sekolah juga para tokoh agama, masyarakat dan adat setempat. Dengan adanya sinergitas ketiga pilar tersebut dan didukung dengan kebijakan pendidikan yang memadai maka pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapat menjawab tantangan pendidikan yang makin dinamis.

Buku ini terdiri dari sembilan bab pembahasan. Pada Bab I, memberikan ulasan tentang pengertian dan unsur-unsur pendidikan. Pada Bab II, memberikan ulasan tentang kebijakan publik bidang pendidikan. Pada Bab III, memberikan ulasan tentang pemaknaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai produk kebijakan publik. Pada Bab IV, memberikan contoh baik pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Papua. Pada Bab V memberikan ulasan tentang siswa dalam dinamika emosi. Pada Bab VI memberikan pemahaman tentang implikasi teoritis dan praktis dari manajemen kemarahan siswa yang dapat berkontribusi pada kesuksesan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Pada Bab VII memberikan ulasan tentang sekolah dalam posisi sebagai organisasi pembelajar. Pada Bab VIII memberikan ulasan tentang kepemimpinan kepala sekolah sebagai nakhoda dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah termasuk dalam aspek pemberian motivasi kepada guru dan penentu kebijakan di sekolah guna terselenggaranya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) secara maksimal dan optimal. Pada Bab IX memberikan ulasan tentang strategi peningkatan kualitas guru di daerah perbatasan dan 3T (Terpencil, Terluar, Terdepan) dalam rangka obyektifitas kebijakan untuk pemerataan kualitas pendidikan.

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama
Email
Komentar
(Antispam Code, 3 black symbols)
captcha image